YANG TERJADI KETIKA PANDEMI COVID-19
YANG TERJADI KETIKA PANDEMI COVID-19
Oleh : Indra Rosidin
Siapa yang tidak tau dengan Covid-19 atau biasa disebut dengan Virus Corona, virus yang sekarang telah mematikan kehidupan di dunia. Penyebaranya yang begitu cepat membuat orang-orang menjadi khawatir atas kesehatannya, terlebih dengan adanya pemberitaan jika korban meninggal akibat Virus Corona semakin hari semakin bertambah.
Sampai saat ini, 21 April 2020 di Indonesia ada 7.135 kasus positif terinfeksi Virus Corona, 842 orang dinyatakan sembuh, 616 orang dinyatakan meninggal dan kasus positif virus corona di seluruh dunia kurang lebih ada 2.556.745 kasus dengan 177.619 orang dinyatakan meninggal dan 690.393 orang dinyatakan sembuh.
Dengan banyaknya kasus, setiap negara mengambil tindakan untuk menghentikan rantai penyebaran virus. Termasuk di Indonesia, pemerintah menetapkan pembatasan sosial atau biasa disebut social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona. Para pelajar, pekerja bahkan para pejabatpun harus melakukan aktivitasnya dirumah. Bukan hanya itu, pandemi Virus Corona menjadi masalah besar terutama dalam hal ekonomi.
Dengan adanya pembatasan sosial, membuat orang-orang kesulitan untuk bekerja, bahkan beberapa perusahaan menetapkan PHK ( Pemberhentian Hari Kerja ) kepada karyawanya bahkan ada 22 juta orang yang di PHK akibat Virus Corona sampai saat ini. Hal ini membuat perekonomian menurun drastis.
Imbas dari hal itu pengangguran di Indonesia semakin bertambah banyak dari sebelumnya. Menteri keuangan, Sri Mulyani menyebutkan ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran bahkan bisa lebih berat yaitu sampai 5,2 juta orang. Hal ini membuat kemiskinan di Indonesia semakin bertambah. Jumlah warga miskin bertambah 3,78 juta orang bahkan bisa bertambah banyak hingga 1,1 juta orang jika pandemi Covid-19 ini terus terjadi. Bukan hanya itu, kepanikan pasar membuat nilai tukar rupiah terhadap Dollar naik hingga Rp.16.000.
Begitu banyak sekali dampak dari pandemi Covid-19 ini, terutama pada permasalahan perekonomian. Tidak bisa dibantah jika ekonomi adalah hal utama untuk memanjangkan hidup, karena tidak ada uang maka tidak makan. Meskipun pemerintah meringankan sebagian beban masyarakat dengan memberi bantuan. Namun, banyak masyarakat yang tidak patuh pada kebijakan pemerintah demi mencari uang. Apa boleh buat, urusan perut tak bisa dikesampingkan. Sehingga dengan hal itu penyebaran Virus Corona pun semakin banyak.
Bukan hanya itu, mungkin dengan pandemi ini kehidupan sosial pun berubah, dengan adanya kebijakan pemerintah dengan menetapkan pembatasan sosial. Secara tidak langsung itu mengubah perilaku sosial kita terhadap sesama. Yang awalnya bertegur sapa dengan berpelukan, berkumpul setiap malam, kini harus dibatasi dengan jarak. Namun dengan begitu kita harus tetap patuh pada kebijakan pemerintah, demi memutus rantai penyebaran Virus Corona.
Tetapi, perlu direnungkan juga jika dengan adanya pembatasan sosial tidak membuat kita berhenti berkomunikasi dengan teman kita. Perlu diingat, masih ada teknologi yang memudahkan kita tetap berkomunikasi dengan orang lain, contohnya saja alat komunikasi seperti Handphone. Selain itu kita masih tetap bisa bersosialisasi di media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Instagram, dan Facebook. Media sosial tersebut tidak membuat kita mati gaya dalam kondisi seperti ini.
Disisi lain disamping permasalahan diatas, ada dampak positif dari pandami Covid-19 ini. Orang-orang kini berbondong-bondong menyalurkan kebaikan, yang kaya membantu yang miskin dan begitupun sebaliknya. Uluran tangan untuk berbuat kebaikan semakin hari semakin banyak, hal ini membuat kita tahu bahwa masih banyak orang-orang baik di dunia ini. Disamping permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang, kita masih bisa bersyukur dengan apa yang kita lihat.
Semoga pandemi ini cepat berakhir agar kehidupan kembali normal seperti biasanya. Dan kepada siapapun untuk bisa patuh pada kebijakan pemerintah. Bagaimanapun kita berada ditangan pemerintah tetapi baik buruknya ada ditangan kita. Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan jangan lupa tetap tersenyum untuk membuat hidup ini lebih indah.
Sumber Referensi
Oleh : Indra Rosidin
Siapa yang tidak tau dengan Covid-19 atau biasa disebut dengan Virus Corona, virus yang sekarang telah mematikan kehidupan di dunia. Penyebaranya yang begitu cepat membuat orang-orang menjadi khawatir atas kesehatannya, terlebih dengan adanya pemberitaan jika korban meninggal akibat Virus Corona semakin hari semakin bertambah.
Sampai saat ini, 21 April 2020 di Indonesia ada 7.135 kasus positif terinfeksi Virus Corona, 842 orang dinyatakan sembuh, 616 orang dinyatakan meninggal dan kasus positif virus corona di seluruh dunia kurang lebih ada 2.556.745 kasus dengan 177.619 orang dinyatakan meninggal dan 690.393 orang dinyatakan sembuh.
Dengan banyaknya kasus, setiap negara mengambil tindakan untuk menghentikan rantai penyebaran virus. Termasuk di Indonesia, pemerintah menetapkan pembatasan sosial atau biasa disebut social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona. Para pelajar, pekerja bahkan para pejabatpun harus melakukan aktivitasnya dirumah. Bukan hanya itu, pandemi Virus Corona menjadi masalah besar terutama dalam hal ekonomi.
Dengan adanya pembatasan sosial, membuat orang-orang kesulitan untuk bekerja, bahkan beberapa perusahaan menetapkan PHK ( Pemberhentian Hari Kerja ) kepada karyawanya bahkan ada 22 juta orang yang di PHK akibat Virus Corona sampai saat ini. Hal ini membuat perekonomian menurun drastis.
Imbas dari hal itu pengangguran di Indonesia semakin bertambah banyak dari sebelumnya. Menteri keuangan, Sri Mulyani menyebutkan ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran bahkan bisa lebih berat yaitu sampai 5,2 juta orang. Hal ini membuat kemiskinan di Indonesia semakin bertambah. Jumlah warga miskin bertambah 3,78 juta orang bahkan bisa bertambah banyak hingga 1,1 juta orang jika pandemi Covid-19 ini terus terjadi. Bukan hanya itu, kepanikan pasar membuat nilai tukar rupiah terhadap Dollar naik hingga Rp.16.000.
Begitu banyak sekali dampak dari pandemi Covid-19 ini, terutama pada permasalahan perekonomian. Tidak bisa dibantah jika ekonomi adalah hal utama untuk memanjangkan hidup, karena tidak ada uang maka tidak makan. Meskipun pemerintah meringankan sebagian beban masyarakat dengan memberi bantuan. Namun, banyak masyarakat yang tidak patuh pada kebijakan pemerintah demi mencari uang. Apa boleh buat, urusan perut tak bisa dikesampingkan. Sehingga dengan hal itu penyebaran Virus Corona pun semakin banyak.
Bukan hanya itu, mungkin dengan pandemi ini kehidupan sosial pun berubah, dengan adanya kebijakan pemerintah dengan menetapkan pembatasan sosial. Secara tidak langsung itu mengubah perilaku sosial kita terhadap sesama. Yang awalnya bertegur sapa dengan berpelukan, berkumpul setiap malam, kini harus dibatasi dengan jarak. Namun dengan begitu kita harus tetap patuh pada kebijakan pemerintah, demi memutus rantai penyebaran Virus Corona.
Tetapi, perlu direnungkan juga jika dengan adanya pembatasan sosial tidak membuat kita berhenti berkomunikasi dengan teman kita. Perlu diingat, masih ada teknologi yang memudahkan kita tetap berkomunikasi dengan orang lain, contohnya saja alat komunikasi seperti Handphone. Selain itu kita masih tetap bisa bersosialisasi di media sosial seperti Whatsapp, Twitter, Instagram, dan Facebook. Media sosial tersebut tidak membuat kita mati gaya dalam kondisi seperti ini.
Disisi lain disamping permasalahan diatas, ada dampak positif dari pandami Covid-19 ini. Orang-orang kini berbondong-bondong menyalurkan kebaikan, yang kaya membantu yang miskin dan begitupun sebaliknya. Uluran tangan untuk berbuat kebaikan semakin hari semakin banyak, hal ini membuat kita tahu bahwa masih banyak orang-orang baik di dunia ini. Disamping permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang, kita masih bisa bersyukur dengan apa yang kita lihat.
Semoga pandemi ini cepat berakhir agar kehidupan kembali normal seperti biasanya. Dan kepada siapapun untuk bisa patuh pada kebijakan pemerintah. Bagaimanapun kita berada ditangan pemerintah tetapi baik buruknya ada ditangan kita. Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan jangan lupa tetap tersenyum untuk membuat hidup ini lebih indah.
Sumber Referensi
https://amp.kompas.com/tren/read/2020/04/22/082509265/update-virus-corona-di-dunia-22-april-25-juta-orang-terinfeksi-688639
https://amp.kompas.com/money/read/2020/04/14/150800726/dampak-corona-jumlah-pengangguran-bisa-naik-hingga-5-2-juta-orang
https://www.voaindonesia.com/a/pandemi-virus-corona-meluas-jumlah-orang-miskin-bertambah-/5384993.html
Indra Rosidin, Mahasiswa Program Studi Jurnalistik UIN Bandung
https://amp.kompas.com/money/read/2020/04/14/150800726/dampak-corona-jumlah-pengangguran-bisa-naik-hingga-5-2-juta-orang
https://www.voaindonesia.com/a/pandemi-virus-corona-meluas-jumlah-orang-miskin-bertambah-/5384993.html
Indra Rosidin, Mahasiswa Program Studi Jurnalistik UIN Bandung


Komentar
Posting Komentar