Cinta dan Sepak Bola

Berjuta makna tentang cinta, cinta tergantung apa yang ada dalam kepala. Cinta bisa menjadi apa yang kita inginkan dan cinta juga bisa menjadi apa yang kita tak inginkan. Cinta tak memandang siapa dan apa, cinta datang begitu saja. Begitu juga tentang cinta saya terhadap sepak bola, saya tak tahu kapan saya mulai mencintai sepak bola yang saya tahu sekarang saya sangat mencintainya. Mungkin terasa " LEBAY " tapi itulah yang saya rasakan. Menjadi pemain sepak bola profesional selalu saya impikan dari kecil meski sulit untuk saya lakukan. Saya dan sepak bola mungkin dua hal yang tak bisa dipisahkan. Banyak hal yang saya lakukan demi sepak bola dari hal biasa seperti bolos sekolah demi bermain sepak bola, sampai hal yang tak biasa seperti berbohong kepada orang tua hanya karena sepak bola. Banyak tragedi yang saya alami dari sepak bola dari mulai kaki hampir patah, geger otak, pingsan, bertengkar dan masih banyak lainnya. Semuanya saya alami karena sepak bola. Dan satu pertanyaan, " apakah saya menyalahkan sepak bola? ", jawaban saya, saya tak menyalahkan sepak bola, kejadian seperti itu menjadi sebuah resiko ketika saya bermain sepak bola dan saya tidak menjadikan kejadian seperti itu sebuah pengorbanan karena bagi saya ketika kita mencintai sesuatu dan kita menjadikan apa yang telah kita lakukan itu sebuah pengorbanan maka cinta kita terhadap sesuatu itu tak lagi murni, karena pengorbanan tidak ada dalam cinta jikalau kita melakukan sesuatu terhadap apa yang kita cintai itu bukan sebuah pengorbanan namun sebuah keharusan. satu hal yang ku petik kenapa saya mencintai sepak bola, " sepak bola pernah menyakiti saya, namun sepak bola tak pernah meninggalkan saya " karena bagi saya hal yang paling menyakitkan dalam cinta yaitu di tinggalkan. Ada pepatah mengatakan " kita tidak bisa menentukan kepada siapa kita jatuh cinta ", sama seperti dalam hal sepak bola " seorang pendukung tidak bisa menentukan harus menentukan kesebelasan apa, karena cinta dalam sepak bola adalah sama, sama sama dari hati bukan karena paras cantik dan banyaknya trofi". Dan pesan dari saya, kita boleh mencintai sesuatu sesuka hati kita namun tak boleh melebihi cinta terhadap siapa yang menciptakan mu. Semoga menginspirasi, salam hangat dan Terima Kasih.

Komentar

Postingan Populer